Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya Saat Memulai Hubungan Bisnis Baru

Komunikasi lintas budaya dalam bisnis terjadi antara dua perusahaan di mana pun lokasinya. Mitra bisnis potensial di sebelah memiliki cara yang berbeda dalam menyajikan informasi, berkomunikasi, dan melakukan bisnis daripada perusahaan Anda, seperti halnya mitra bisnis baru di seberang lautan. Untuk mempengaruhi hubungan bisnis yang produktif, setiap organisasi harus peka terhadap potensi masalah komunikasi lintas budaya.

Kesamaan

Ketika sebuah perusahaan melakukan komunikasi lintas budaya, hal pertama yang harus dibangun adalah kesamaan dengan mitra bisnis baru. Ini dimulai dengan cara paling efektif untuk berkomunikasi. Beberapa perusahaan lebih suka komunikasi tertulis baik melalui email atau surat surat standar, sementara yang lain lebih suka menggunakan telepon atau konferensi video. Menerobos kesamaan dapat membantu kedua belah pihak untuk membangun dialog produktif yang akan meningkatkan hubungan bisnis.

Konteks Informasi

Budaya perusahaan yang berbeda membutuhkan tingkat informasi yang berbeda untuk menjadi produktif. Misalnya, perusahaan teknik akan membutuhkan lebih banyak kedalaman dalam aspek teknis suatu produk sementara organisasi penjualan akan lebih fokus pada fitur produk yang dapat menarik pelanggan. Mengembangkan konteks informasi yang tepat sangat penting saat berkomunikasi dengan mitra bisnis baru, dan itu dimulai dengan memahami budaya kerja mitra bisnis Anda dan bagaimana informasi diproses.

Kepercayaan

Ketika mitra bisnis baru meluangkan waktu dan upaya untuk membangun komunikasi lintas budaya yang baik, hal itu membantu meningkatkan tingkat kepercayaan dan rasa hormat di antara kedua mitra. Jika Anda mengabaikan perbedaan budaya antara kedua organisasi, Anda menunjukkan tingkat kesombongan yang dapat membebani hubungan bisnis. Menghormati proses bisnis perusahaan lain sangat penting dalam membangun hubungan kerja yang efisien.

Kualitas

Bekerja dalam pedoman mitra bisnis baru, budaya perusahaan membantu meningkatkan komunikasi di semua tingkat kedua organisasi. Kualitas informasi meningkat ketika disampaikan dengan cara yang biasa dilakukan oleh setiap perusahaan. Tidak hanya kualitas informasi yang disampaikan antara kedua perusahaan meningkat, tetapi kualitas hubungan dengan klien dan vendor lain yang terpengaruh oleh hubungan juga meningkat.