Perbedaan Antara Brand Positioning & Target Marketing

Pemilik usaha kecil tahu bahwa periklanan yang efektif sangat penting untuk menemukan pelanggan dan meningkatkan penjualan mereka. Mengembangkan periklanan persuasif bergantung pada dua proses utama: mengidentifikasi dan mempelajari tentang konsumen yang dituju produk, dan membangun merek yang mudah diingat dengan pelanggan tersebut. Bahkan bisnis yang relatif kecil dapat mengamankan keberadaan yang menguntungkan di pasar jika manajer mereka mengetahui dasar-dasar pemasaran target dan pemosisian merek.

Dasar-dasar Merek dan Target Pemasaran

Pemasaran adalah proses menyajikan produk kepada konsumen dengan tujuan mengamankan penjualan. Orang umumnya akrab dengan pemasaran dari iklan, tetapi lebih sedikit yang menyadari upaya besar-besaran penelitian dan pengembangan yang masuk ke dalam strategi pemasaran. Pemasar melakukan studi ekstensif tentang perilaku konsumen, tren dan psikologi dalam upaya untuk memahami dan memanfaatkan sifat keputusan pembelian konsumen. Dalam banyak kasus, upaya ini dimulai dengan identifikasi target pasar dan diakhiri dengan positioning merek perusahaan untuk menangkap pasar itu.

Mengidentifikasi Pasar Sasaran

Salah satu jenis pemasaran yang efektif adalah pemasaran target. Penargetan melibatkan penelitian tentang calon pelanggan atau pelanggan saat ini dan pengambilan keputusan tentang bagaimana pelanggan tersebut dapat dilayani. Proses ini biasanya melibatkan beberapa bentuk segmentasi pasar - memecah seluruh populasi konsumen potensial ke dalam berbagai kategori yang relevan dengan preferensi dan selera pembelian mereka, dan kemudian mengidentifikasi kategori mana yang mungkin tertarik dengan produk tersebut. Misalnya, perusahaan yang memproduksi pakaian untuk wanita umumnya tidak tertarik untuk melakukan penjualan kepada pria, dan perusahaan yang terutama memproduksi produk mahal biasanya tidak berusaha menjualnya kepada konsumen yang ingin menghemat uang.

Pemosisian Merek

Pemosisian merek adalah proses pemasaran target yang benar-benar diperoleh untuk produk pengiklan. Dalam membidik suatu pasar, perusahaan mengidentifikasi karakteristik konsumen yang akan tertarik dengan produknya. Mereka juga mengumpulkan informasi tentang selera, preferensi, dan kebutuhan konsumen ini. Penentuan posisi merek menggunakan iklan dan komunikasi lain untuk menciptakan citra di benak konsumen - disebut merek - yang diasosiasikan konsumen dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis. Secara desain, pemosisian merek memenuhi minat, kebutuhan, dan selera konsumen di pasar sasaran.

Perbedaan Utama

Meskipun pemasaran target dan pemosisian merek sangat terkait, keduanya bukanlah proses yang sama. Menargetkan pasar adalah proses pemasaran yang lebih besar kepada konsumen sasaran - ini mencakup penelitian segmentasi pasar dan praktik pemosisian merek. Positioning hanya melibatkan berbagai strategi dan proyek yang dimulai oleh perusahaan untuk mengomunikasikan merek ke pasar sasaran. Untuk berhasil dalam pemasaran target, bisnis harus mampu menargetkan konsumen dan memposisikan merek mereka. Sebuah bisnis dapat mengetahui dengan tepat segmen konsumen mana yang tertarik dengan produknya dan masih belum berhasil mendapatkan pengakuan atas mereknya dengan konsumen tersebut.