Bagaimana Membangun Mentalitas Kerja Tim

Ketika sekelompok dua orang atau lebih bekerja sama untuk mencapai tujuan, itulah kerja tim. Seberapa efektif dan bahagianya tim bekerja sama adalah masalah lain sepenuhnya, dan membuat kelompok karyawan atau sukarelawan yang berbeda untuk bekerja sebagai satu tim seringkali sulit. Namun demikian, membangun mentalitas kerja tim penting untuk bisnis, organisasi relawan, dan bahkan keluarga. Langkah pertama adalah membangun kepercayaan.

1

Bangun kepercayaan di antara rekan tim dan kepemimpinan. Menurut University of Florida, kepercayaan di antara rekan kerja - dan rekan satu tim - sangat penting untuk lingkungan kerja yang produktif dan bahagia, dan diperlukan untuk bekerja bersama sebagai kelompok. Kepercayaan terbangun seiring waktu; itu tidak bisa dibangun dalam semalam. Namun, Anda sebagai manajer dapat segera membangun fondasi yang kokoh dengan selalu menepati janji, tidak terlibat dalam fitnah atau obrolan kantor yang merusak, dan menunjukkan keandalan dengan selalu muncul tepat waktu dan memberikan pekerjaan yang berkualitas. Langkah-langkah ini tidak hanya membangun kepercayaan, tetapi juga memotivasi orang lain untuk bekerja.

2

Pilih sendiri tim untuk memecahkan masalah atau meningkatkan proses. Temui tim dan beri mereka arahan yang bisa ditindaklanjuti. Dengan kata lain, beri mereka masalah yang mereka punya kesempatan untuk menyelesaikannya berdasarkan kualifikasi, pengalaman dan bidang keahlian mereka. Anda dapat meminta tim untuk menetapkan pemimpin atau juru bicaranya sendiri, menunjuk sendiri, atau meminta setiap orang bergiliran. Jangan bermain favorit. Ini membunuh antusiasme dan menyebabkan kebencian di antara rekan satu tim.

3

Check in, tapi jangan micromanage. Percayai tim Anda dan biarkan mereka bekerja dengan pemahaman bahwa mereka akan memiliki otonomi yang cukup, tetapi dengan pemahaman bahwa Anda akan memeriksa secara berkala untuk meninjau kemajuan atau memberikan panduan. Ini membantu tim untuk mengenal Anda jika Anda ingin berbagi dengan tim beberapa pengalaman Anda sendiri. Ingatlah bahwa semua anggota tim harus hadir di semua pertemuan terkait tim, untuk menghindari perasaan sakit hati. Anggota tim harus secara aktif berkomunikasi satu sama lain dan dengan Anda - dan itu berarti mendengarkan serta berbicara - dengan cara diplomatis.

4

Selamat bersenang-senang. Para profesional sering kali membuat hari aktivitas team building di luar kantor atau pergi makan malam untuk bersenang-senang di luar tekanan kerja. Anda juga dapat terlibat dalam "pemecah kebekuan", aktivitas cepat dan mudah yang mendorong rekan satu tim untuk saling mengenal kepribadian dan kebiasaan satu sama lain. Misalnya, di awal rapat, anggota tim dapat melempar bola lunak sampai setiap orang menangkapnya setidaknya satu kali. Setiap orang mengatakan sesuatu tentang dirinya setiap kali dia menangkap bola. Tindakan melempar dan menangkap bola secara fisik membentuk perasaan tim, dan informasi yang dibagikan membentuk keakraban.

5

Rayakan kesuksesan. Jangan memilih anggota tim individu untuk penghargaan. Sebaliknya, beri penghargaan kepada seluruh tim, dan lebih disukai di depan umum. Meskipun bonus finansial bagus, itu bukan satu-satunya jalan. Cobalah memberi anggota tim hari libur atau tiket film, atau selenggarakan pertemuan yang dapat mereka ajak untuk membawa keluarga mereka.