Hukum Perburuhan untuk Bekerja di Pabrik Dingin Dengan Panas Minimum

Bekerja di pabrik dingin, seperti fasilitas penyimpanan untuk makanan yang mudah busuk atau produk susu menunggu pengangkutan, menghadirkan potensi risiko kesehatan bagi karyawan. Risiko ini termasuk cedera dan penyakit yang berhubungan dengan dingin seperti hipotermia dan radang dingin. Meskipun undang-undang ketenagakerjaan negara bagian dan federal tidak memiliki peraturan yang menetapkan persyaratan panas minimum untuk bekerja di pabrik yang dingin, pemberi kerja harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa karyawan dilindungi secara memadai dari cedera dan penyakit terkait dingin.

Hukum Perburuhan - Klausul Tugas Umum

Di sebagian besar negara bagian, pemerintah federal mengawasi penegakan hukum ketenagakerjaan yang dirancang untuk melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan melalui Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Negara bagian lain telah memberlakukan undang-undang ketenagakerjaan serupa - yang disetujui oleh OSHA - yang diberlakukan oleh lembaga negara. Baik undang-undang ketenagakerjaan federal dan negara bagian menyertakan klausul tugas umum yang mewajibkan pemberi kerja memastikan bahwa tempat kerja mereka bebas dari bahaya yang diketahui yang dapat menyebabkan cedera karyawan.

Stres Dingin

Pekerja mengalami stres dingin ketika suhu di bawah normal dan panas keluar dari tubuh lebih cepat. Tergantung pada kondisi di dalam pabrik yang dingin, tekanan dingin dapat diperburuk oleh aliran udara dari unit pendingin atau kondisi basah dan lembab. Ketika tubuh pekerja tidak dapat menghangatkan dirinya sendiri di lingkungan ini, hipotermia dapat terjadi - bahkan ketika suhu di dalam pabrik yang dingin di atas titik beku. Jika seorang pekerja mengalami pembekuan di lapisan dalam jaringan, seperti di jari tangan, jari kaki, atau daun telinga, radang dingin dapat menyebabkan area yang terkena. Stres dingin juga dapat menyebabkan gejolak kondisi medis karyawan yang ada seperti radang sendi dan asma.

Alat pelindung diri

Ketika lingkungan seperti pabrik yang dingin menghadirkan bahaya yang melekat dalam operasinya, pemberi kerja harus mewajibkan karyawan untuk menggunakan alat pelindung diri, yang biasa disebut sebagai APD. Untuk mencegah cedera dan penyakit akibat stres dingin, karyawan harus mengenakan pakaian, sarung tangan, penutup kepala, dan alas kaki yang sesuai untuk menghemat panas tubuh. Jika potensi stres dingin cukup parah sehingga memerlukan penggunaan APD khusus, pemberi kerja harus menyediakan APD untuk karyawan. Jika APD adalah pakaian biasa seperti mantel musim dingin atau sarung tangan yang juga digunakan oleh karyawan di luar pekerjaan, majikan tidak harus membayar APD tersebut.

Pertimbangan Lainnya

Karyawan yang bekerja di pabrik dingin harus dilatih untuk mengenali tanda-tanda cedera dan sakit stres dingin, serta mengetahui tindakan perlindungan yang dapat diambil untuk mencegah stres dingin. Misalnya, karyawan tidak boleh bekerja sampai kelelahan di lingkungan yang dingin karena otot membutuhkan energi agar tetap hangat. Juga minum minuman hangat dan manis harus didorong, dan minuman berkafein dan alkohol harus dihindari.