Tingkat Pengambilan Keputusan Organisasi

Setiap organisasi menghadapi pengambilan keputusan setiap hari. Organisasi membuat beberapa keputusan setelah banyak penelitian dan pemikiran ke depan, sementara membuat orang lain secara mendadak sebagai reaksi terhadap situasi darurat. Dampak dari keputusan organisasi dapat bersifat jangka panjang dan jauh, atau mungkin berumur pendek dan praktis tanpa disadari. Tidak peduli apa hasil dari suatu keputusan, seseorang harus mengambil kepemilikannya.

Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam suatu organisasi dapat berarti pemilik bisnis, dewan direksi, presiden perusahaan, atau kepala eksekutif. Tidak peduli siapa yang mewakili kepemimpinan organisasi, dia pada akhirnya akan bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat di tingkat mana pun.

Tim kepemimpinan organisasi membuat keputusan strategis jangka panjang setelah mempertimbangkan faktor internal dan eksternal. Tren industri, perubahan ekonomi, penawaran dan permintaan, masalah staf, dan tanggung jawab adalah pertimbangan yang ditinjau oleh kepemimpinan. Setelah tim menentukan dampak dari faktor-faktor tersebut, tim membuat keputusan yang diyakini akan menguntungkan organisasi dalam jangka panjang.

Tim Manajemen

Tim manajemen sering kali bertanggung jawab atas keputusan yang memengaruhi operasi harian suatu organisasi. Item seperti kebutuhan staf, proses alur kerja, sumber daya, dan penanganan acara sehari-hari berada di pundak manajer. Seorang pemilik bisnis menaruh kepercayaannya pada seorang manajer untuk menangani jenis keputusan ini sehingga dia tidak terjebak dengan masalah operasional sehari-hari. Manajer yang baik dan terlatih percaya diri dalam membuat keputusan tanpa berunding dengan kepemimpinan. Dia memahami bahwa keputusannya mungkin memiliki konsekuensi, tetapi dia memiliki pengetahuan untuk membuat keputusan yang tepat yang terbaik untuk organisasi.

Komite

Komite diberi tanggung jawab pengambilan keputusan untuk proyek atau masalah tertentu. Ini adalah keputusan yang tidak dianggap enteng, dan membutuhkan waktu yang cukup untuk penelitian dan evaluasi. Sebuah organisasi memilih anggota komite berdasarkan keahlian dalam subjek, serta perwakilan di seluruh organisasi. Panitia melakukan uji tuntas atas masalah tersebut, menyiapkan laporan dan mengusulkan keputusan kepada pimpinan. Keputusan akhir mungkin kembali ke kepemimpinan, atau mungkin merupakan konsensus antara komite dan kepemimpinan. Jika komite diberi otonomi, itu membuat keputusan sendiri. Namun, kepemimpinan tetap memegang tanggung jawab akhir atas keputusan yang dibuat atas nama organisasi.

Konsensus Kelompok

Sebuah organisasi yang berkembang dalam komunikasi terbuka akan mensurvei konstituennya ketika memikirkan suatu keputusan. Umpan balik dari semua tingkatan bisnis dapat mengumpulkan perspektif berbeda yang akan membantu para pemimpin membuat keputusan yang lebih terdidik.

Individu

Keputusan yang diambil oleh seseorang dalam suatu organisasi dapat menjadikan seseorang sebagai pahlawan atau menjadi penyebab kematiannya. Keputusan yang dibuat oleh individu seringkali merupakan reaksi terhadap situasi yang dianggap darurat. Jika situasinya mengerikan dan keputusan individu menghasilkan penyelamatan, itu dapat berdampak positif pada pendiriannya dalam organisasi di masa depan. Jika keputusannya salah, atau dibuat dengan tergesa-gesa, individu tersebut akan kehilangan kredibilitas di antara supervisor dan rekan-rekannya. Pepatah "bertindak sekarang dan minta maaf nanti" bisa menjadi usaha yang berisiko, tetapi ada kalanya individu tidak punya pilihan lain.